Sabtu, 08 Mei 2010

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham PT. Astra International, Tbk

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suatu perusahaan diharapkan dapat terus berkembang. Sementara pengembangan tersebut membutuhkan modal. Modal itu sendiri menjadi salah satu aspek penting dalam perusahaan baik dalam pembukaan bisnis maupun pengembangannya. Oleh karena itu, perusahaan harus menentukan seberapa banyak modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan. Sumber dana bagi perusahaan dapat diperoleh dari dalam maupun luar perusahaan. Dana dari dalam perusahaan, yaitu melalui laba ditahan dan depresiasi serta dana dari luar perusahaan yaitu dana yang berasal dari para kreditur dan investasi asing. Namun dana yang berasal dari pinjaman kreditur, serta investasi asing dirasa masih kurang. Oleh sebab itu banyak perusahaan yang memilih pasar modal sebagai sarana penambah modal mereka.

Pasar modal merupakan wadah alternatif selain bank dan lembaga keuangan non bank bagi para investor untuk melakukan penanaman modal (investasi). Salah satu indikasi bekerjanya pasar modal secara optimal adalah ketersediaan informasi, baik informasi keuangan maupun informasi non keuangan yang bersifat simetris dan dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Informasi tersebut berguna bagi investor sebagai dasar mengadakan penilaian terhadap perusahaan . Oleh karena itu peranan pasar modal menjadi semakin penting mengingat fungsi pasar modal sebagai tempat bertemunya pihak yang membutuhkan dana, dan pihak yang ingin menanamkan modalnya.

Masyarakat yang sudah mengenal pasar modal, banyak yang tertarik untuk memiliki saham dari sebuah perusahaan sebagai bukti kepemilikannya akan perusahaan tersebut. Namun sebelum masyarakat memutuskan akan menginvestasi dananya dipasar modal ada kegiatan yang terpenting untuk dilakukan, yaitu penilaian dengan cermat terhadap emiten suatu perusahaan. Penilaian emiten suatu perusahaan didapat dari informasi yang tersedia di pasar modal sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang penilaian emiten suatu perusahaan. Salah satu aspek yang dinilai oleh masyarakat dalam investasi adalah kinerja keuangan perusahaan yang diukur dari laporan keuangan perusahaan Oleh karena itu perusahaan akan selalu mempublikasikan laporan keuangannya agar para calon investor dapat mengetahui bagaimana kinerja perusahaan, dan prospek perusahaan tersebut ke depan. Dengan kata lain, sebuah laporan keuangan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi para calon investor saat melakukan investasi.

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dilihat peranan kinerja keuangan perusahaan sangat penting terhadap harga saham untuk menarik investor menanamkan modalnya pada perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini sebagai bahan penulisan ilmiah dengan judul “ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PT. ASTRA INTERNATIONAL, Tbk.”

1.2 Rumusan dan Batasan Masalah

1.2.1 Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh kinerja keuangan PT. Astra International, Tbk terhadap harga sahamnya?

2. Seberapa besar pengaruh kinerja keuangan PT. Astra International, Tbk terhadap harga sahamnya?

1.2.2 Batasan Masalah

Untuk membatasi luasnya penjabaran, dan pembahasan dalam penulisan ilmiah ini, maka penulis hanya memfokuskan pada laporan keuangan triwulan PT. Astra International, Tbk tahun 2007-2009. Adapun alat ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah dengan rasio profitabilitas, Earning per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER). Rasio profitabilitas sendiri diukur dengan Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Return On Investment (ROI). Sedangkan pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham, penulis ukur dengan regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 17.

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penulisan ilmiah ini, yaitu:

1. Untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan PT. Astra International, Tbk terhadap harga sahamnya?

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kinerja keuangan PT. Astra International, Tbk terhadap harga sahamnya?

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Akademis

Sebagai referensi bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian tentang pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap harga saham.

1.4.2 Manfaat Praktis

Bagi pihak internal perusahaan sebagai salah satu alat ukur

kinerja keuangan perusahaan sedangkan bagi pihak eksternal (investor) sebagai salah satu pertimbangan ketika hendak menanamkan modalnya pada PT. Astra International, Tbk.

1.5 Metode Penelitian

1.5.1 Objek Penelitian

Objek penelitian yang diteliti oleh penulis adalah PT. Astra International, Tbk (IDX: ASII) adalah bank yang pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. PT. Astra International, Tbk bertempat di Jalan Gaya Motor Raya No.8, Sunter II – Jakarta Utara.

1.5.2 Data dan Variabel

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan data sebagai berikut:

1. Laporan Keuangan triwulan PT. Astra International, Tbk periode 2007-2009.

2. Daftar harga saham harian PT.Astra International, Tbk periode 2007-2009.

Keterangan: Harga saham harian yang penulis gunakan hanyalah harga saham harian yang dibutuhkan saja, yaitu harga saham dua hari sebelum, satu hari sebelum, satu hari setelah, dua hari setelah, dan saat tanggal publikasi laporan triwulan PT. Astra International, Tbk.

Adapun variable yang penulis gunakan, yaitu:

1. Variabel bebas (independent variable)

X1 = Rasio profitabilitas (ROA, ROE, ROI)

X2 = Earning Per Share (EPS)

X3 = Price Earning Ratio (PER)

2. Variabel terikat (dependent variable)

Y = Harga Saham ((close price H-2 + close price H-1 +close

price H+ close price H+1+close price H+2)/5)

Ket: H = tanggal publikasi laporan keuangan tiap triwulan.

1.5.3 Metode Pengumpulan Data

1.5.3.1 Data Sekunder

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan data sekunder yang berasal dari dua sumber, yang pertama yaitu situs www.idx.co.id untuk mendapatkan laporan keuangan triwulan PT. Astra International, Tbk periode 2007-2009. Sedangkan sumber yang kedua yaitu Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang bertempat di Jakarta Stock Exchange Building, Tower II, Lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 5253 untuk mendapatkan harga saham harian PT. Astra International, Tbk periode 2007-2009.

1.5.3.2 Studi Kepustakaan

Dilakukan dengan cara membaca, dan mempelajari referensi buku-buku serta catatan kuliah yang berhubungan dengan topik penelitian.

1.5.4 Alat Analisis yang Digunakan

1.5.4.1 Analisis Deskriptif

Dalam penelitian ilmiah ini, penulis menganalisis masalah

dengan mendeskripsikannya melalui beberapa table, dan grafik

(chart).

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 KERANGKA TEORI

2.1.1 Pengertian Kinerja Keuangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:570
), Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, atau kinerja merupakan kemampuan kerja. Menurut Eddy Sukarno (2000:111), Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi. Adapun dalam pencapaian tujuan tersebut, setiap perusahaan berusaha untuk meningkatkan nilai perusahaan demi kelangsungan hidup perusahaan.

Pengertian kinerja keuangan itu sendiri menurut Mulyadi (1997:419) adalah penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilan laba. Ukuran yang digunakan dalam mengukur keberhasilan suatu perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio untuk melihat adanya peningkatan atau penurunan hasil setiap tahun.

Untuk mengetahui gambaran tentang kinerja keuangan perusahaan maka perlu dilakukan interprestasi atau analisa. Analisa yang harus diinterprestasikan adalah analisis keuangan. Pengertian dari analisis keuangan adalah suatu proses yang bertujuan menentukan ciri-ciri penting tentang keadaan perusahaan terutama keadaan keuangan berdasarkan data yang ada. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dipelajari sehingga tercapai suatu tujuan dari analisa tersebut. Adapun tujuan utama dari analisis kinerja keuangan adalah untuk mendapatkan informasi yang dijadikan sebagai pedoman dalam mengambil kebijaksanaan mengenai masalah operasional maupun financial yang dihadapi perusahaan.

2.1.2 Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Zaki Baridwan (1992:17),”Laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.”

Menurut Munawir (2000:2) menyatakan laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data dan aktivitas perusahaan tersebut.

Menurut Bambang Riyanto (2001:327), Laporan keuangan (financial statement) adalah ikhtisar mengenai keadaan finansial suatu perusahaan, dimana neraca (balanced sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan rugi laba (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun.

Menurut Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia dikatakan bahwa : “Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.” (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002 : 2)

Dari pendapat-pendapat yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses akuntansi yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan posisi keuangan yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan sebagai alat komunikasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.

2.1.3 Tujuan Laporan Keuangan

Melalui laporan keuangan secara periodik dilaporkan informasi penting mengenai perusahaan berupa:

1 Informasi mengenai sumber-sumber dan kewajiban serta modal perusahaan.

2 Informasi mengenai perubahan-perubahan dalam sumber-sumber ekonomi neto atau kekayaan bersih (modal = aktiva – kewajiban) yang timbul dari aktivitas-aktivitas usaha perusahaan dalam memperoleh laba.

3 Informasi mengenai kinerja perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi (perkiraan) dalam memperoleh laba.

4 Informasi mengenai perubahan sumber-sumber dan kewajiban sebagai akibat dari pembelanjaan dan investasi

5 Informasi yang dapat digunakan perusahaan dalam mengambil kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan, tujuan laporan keuangan adalah:

1. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu.

3. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

2.1.4 Jenis-jenis laporan keuangan

Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan terdiri dari:

a. Neraca

Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, dan modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu yang menunjukan posisi keuangan (aktiva, hutang, dan modal). Posisi keuangan ini ditunjukan dengan jumlah harta yang dimiliki disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan disebut passiva. Oleh karena itu, dapat dilihat didalam neraca bahwa jumlah aktiva sama dengan jumlah passiva, dimana pasiva itu terdiri dari dua golongan kewajiban yaitu kewajiban kepada pihak luar yang disebut utang dan kewajiban terhadap pemilik perusahaan yang disebut modal. Bila disusun dalam bentuk persamaan maka akan tampak bahwa:

Aktiva = Pasiva

Aktiva = Utang + Modal

b. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan aktivitas usaha perusahaan untuk periode tertentu yang melaporakan hasil usaha bersih atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha dan aktivitas lainnya.

c. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukan perubahan modal perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode pelaporan.

d. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukan penerimaan dan pengeluaran kas dalam aktivitas perusahaan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

2.1.5 Saham

2.1.5.1. Pengertian Saham

Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.

(Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 5)

Saham adalah suatu sekuritas yang memiliki klaim terhadap pendapatan dan asset sebuah perusahaan. Sekuritas sendiri dapat diartikan sebagai klaim atas pendapatan masa depan seorang peminjam yang dijual oleh peminjam kepada yang meminjamkan, sering juga disebut instrumen keuangan.

(Mishkin:2001,4)

Dari beberapa pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa saham adalah suatu sekuritas yang menjadi tanda penyertaan atau kepemilikan terhadap pendapatan dan asset seseorang atau badan dalam suatu perusahaan.

2.1.5.2 Harga Saham

Menurut Agus Sartono ( 2001:9 ), harga saham terbentuk dipasar modal dan ditentukan oleh beberapa factor seperti laba per lembar saham atau earning per share, rasio laba terhadap harga per lembar saham atau price earning ratio, tingkat bunga bebas resiko yang diukur dari tingkat bunga deposito pemerintah dan tingkat kepastian operasi perusahaan.

2.1.5.3 Factor-faktor yang mempengaruhi harga saham

Menurut Weston dan Brigham ( 2001:26 ), factor-faktor yang mempengaruhi harga saham adalah :

1. Laba per lembar saham (Earning Per Share/EPS)

Seorang investor yang melakukan investasi pada perusahaan akan menerima laba atas saham yang dimilikinya. Semakin tinggi laba per lembar saham (EPS) yang diberikan perusahaan akan memberikan pengembalian yang cukup baik. Ini akan mendorong investor untuk melakukan investasi yang lebih besar lagi sehingga harga saham perusahaan akan meningkat.

2. Tingkat Bunga

Tingkat bunga dapat mempengaruhi harga saham dengan cara :

a. Mempengaruhi persaingan di pasar modal antara saham dengan obligasi, apabila suku bunga naik maka investor akan menjual sahamnya untuk ditukarkan dengan obligasi. Hal ini akan menurunkan harga saham. Hal sebaliknya juga akan terjadi apbila tingkat bunga mengalami penurunan.

b. Mempengaruhi laba perusahaan, hal ini terjadi karena bunga adalah biaya, semakin tinggi suku bunga maka semakin rendah laba perusahaan. Suku bunga juga mempengaruhi kegiatan ekonomi yang juga akan mempengaruhi laba perusahaan.

3. Jumlah Kas Deviden yang Diberikan

Kebijakan pembagian deviden dapt dibagi menjadi dua, yaitu sebagian dibagikan dalam bentuk deviden dan sebagian lagi disisihkan sebagai laba ditahan. Sebagai salah satu factor yang mempengaruhi harga saham, maka peningkatan pembagian deviden merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dari pemegang saham karena jumlah kas deviden yang besar adalah yang diinginkan oleh investor sehingga harga saham naik.

4. Jumlah laba yang didapat perusahaan

Pada umumnya, investor melakukan investasi pada perusahaan yang mempunyai profit yang cukup baik karena menunjukan prospek yang cerah sehingga investor tertarik untuk berinvestasi, yang nantinya akan mempengaruhi harga saham perusahaan.

5. Tingkt Resiko dan Pengembalian

Apabila tingkat resiko dan proyeksi laba yang diharapkan perusahaan meningkat maka akan mempengaruhi harga saham perusahaan. Biasanya semakin tinggi resiko maka semakin tinggi pula tingkat pengembalian saham yang diterima.

2.1.5.3 Jenis-jenis Saham

Saham yang sering kita kenal sehari-hari, yaitu: saham biasa dan saham preferen

2.2 Kajian Penelitian Sejenis

Dalam kajian penelitian sejenis ini, penulis berpedoman pada penulisan ilmiah yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya yang tersedia di perpustakaan Universitas Gunadarma. Penelitian ilmiah tersebut, penulis jadikan pedoman karena menurut penulis ada kesamaan tema dengan apa yang ingin penulis buat.

Adapun referensi PI yang penulis gunakan adalah sebagai berikut:

1. Penelitian Ilmiah M. Iqbal Ikhsan (Tahun 2001)

Hubungan Kinerja Keuangan PT. Telkom Indonesia, Tbk terhadap Harga Saham Periode 1996-2000

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan rasio profibilitas, EPS, dan PER pada PT. Telkomunikasi Indonesia, Tbk periode 1996-2000 dengan hasil bahwa rasio profibilitas, EPS, dan PER memiliki hubungan yang signifikan terhadap harga saham. Pengaruh harga saham terhadap variabel bebas secara bersama-sama 97,7%. Harga saham tidak berkorelasi secara signifikan terhadap EPS sebesar 60,79%, dan harga saham berkorelasi secara signifikan terhadap perubahan PER sebesar 51,60%. Sedangkan uji hipotesis yang telah dilakukan diketahui bahwa untuk rasio profibilitas berada pada penerimaan Ho sehingga Ha ditolak. Hal ini berarti tidak ada hubungan yang signifikan atau tidak terdapat hubungan yang nyata antara rasio profibilitas dengan harga saham. EPS berada pada penerimaan Ha sehingga Ho ditolak berarti terdapat hubungan signifikan atau terdapat hubungan yang nyata antara EPS dengan harga saham, dan PER berada pada daerah Ha sehingga Ho ditolak berarti terdapat hubungan signifikan atau terdapat hubungan yang nyata antara PER dengan harga saham.

2. Penelitian Ilmiah Yanti Haryanti (Tahun 2008)

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham PT. Bumi Resources, Tbk

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan rasio profibilitas, EPS, PER pada PT. Bumi Resources, Tbk periode 2003-2007. Pengaruh rasio profibilitas terhadap harga saham sebesar 0,829 artinya terdapat hubungan positif yang kuat sehingga kenaikan rasio profibilitas akan diikuti oleh kenaikan harga saham. Sedangkan uji hipotesis didapat nilai t hitung > t table, yaitu 5,343 > 2,101 artinya Ho ditolak. Ini artinya ada hubungan yang signifikan antara rasio profibilitas terhadap harga saham PT. Bumi Resources, Tbk. Pengaruh EPS terhadap harga saham sebesar 0,426 artinya terdapat hubungan positif dan cukup kuat sehingga kenaikan EPS akan diikuti oleh kenaikan harga saham. Sedangkan uji hipotesis didapat nilai t hitung <>

2.3 Alat Analisis

Dalam penulisan ilmiah ini, metode analisis yang digunakan adalah sebagai berikut:

2.3.1 Kinerja Keuangan Perusahaan

Alat yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan yaitu rasio keuangan. Menurut Munawir (2000:68), rasio dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan sumber datanya, antara lain:

a. Rasio-rasio neraca (Balanced Sheet Ratio)

Adalah semua rasio yang semua datanya yang diambil atau bersumber pada neraca, misalnya: current ratio, acid test ratio.

b. Rasio-rasio laporan laba rugi (Income Statement Ratio)

Yaitu angka-angka yang dalam penyusunanya semua datanya diambil dari laporan laba rugi (income statement), misalnya:gross profit margin, net operating margin, operating ratio, dan sebagainya)

c. Rasio-rasio antar laporan (Interstatement Ratio)

Ialah semua angka rasio yang penyusunan datanya berasal dari neraca dan data lainnya dari laporan laba rugi, misalnya: inventory turnover, account receivable turnover, sales to fixed assets, dan sebagainya)

Analisis rasio berdasarkan tujuannya, terdiri dari:

a. Rasio Likuiditas

Rasio yang bertujuan untuk mengukur jumlah kas atau jumlah investasi yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat dikonversikan atau diubah menjadi kas untuk membayar pengeluaran, tagihan dan seluruh kewajiban lainnya yang telah jatuh tempo.

b. Rasio Solvabilitas

Rasio yang bertujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam hal pembayaran kewajiban finansial perusahaan jika perusahaan tersebut dilikuidasi.

c. Rasio Profitabilitas

Rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan modal yang dimiliki perusahaan (digunakan)

d. Rasio Aktivitas

Rasio yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas perusahaan

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menganalisa kinerja keuangan perusahaan dengan tujuan dapat mencari dan mengetahui pengaruhnya terhadap harga saham. Oleh sebab itu, penulis melakukan analisa dari sudut pandang para investor yang telah menginvestasikan modalnya ke perusahaan tersebut . Analisa rasio yang akan dibahas oleh penulis berkaitan dengan masalah diatas, yaitu:

1. Rasio profitabilitas yang diukur dengan Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Return On Investment (ROI).

a. Return On Assets (ROA), merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Semakin tinggi ROA berarti semakin tinggi pula keuntungan, dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan asset.

ROA = Laba Bersih (Sebelum Pajak)

Total Ativa

b. Return On Equity (ROE), merupakan rasio laba sebelum pajak terhadap modal sendiri. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat hasil pengembalian dari investasi para pemegang saham. Kenikan ROE mengakibatkan naiknya laba bersih, dan selanjutnya akan diikuti oleh kenaikan harga saham perusahaan yang bersangkutan.

ROE = Laba Bersih ( Sebelum Pajak) Total Ekuitas

c. Return On Investment (ROI), merupakan rasio yang membandingkan antara laba bersih dengan seluruh aktiva.

ROI = Laba Bersih (Setelah Pajak)

Total Aktiva

2. Earning per Share (EPS)

Digunakan untuk menunjukkan tingkat keuntungan yang diperoleh setiap lembar saham, dengan membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan saham yang diterbitkan oleh perusahaan.

EPS = Laba Bersih (Setelah Pajak)

Jumlah Saham yang Diterbitkan

3. Rasio Penilaian (Valuation Ratio) yang diukur dengan Price Earning Ratio (PER). PER adalah perbandingan harga saham dengan laba per saham yang kemudian menjadi ukuran penting untuk landasan pertimbangan seorang investor membeli saham sebuah perusahaan. Selain itu, PER juga menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

PER = Harga Pasar Saham

Laba per Lembar Saham

2.3.2 Analisis Regresi Linier Berganda

Menurut Sir Francis Galton (1822-1911), “Regresi linier berganda adalah salah satu metode statistic yang digunakan untuk menguji apakah variable terikat dipengaruhi oleh variabel bebas, dimana variabel bebas yang digunakan lebih dari satu variabel”.

Bentuk umum regresi linier berganda:

Y = a + b1X1 +b2X2 + … + bnXn

Keterangan:

Y = variabel terikat a = konstanta

X1 = variabel bebas ke-1 b1 = kemiringan ke-1

X2 = variabel bebas ke-2 b2 = kemiringan ke-2

Xn = variabel bebas ke-n bn = kemiringan ke-n

2.3.3 Analisis Teknikal

Analisis teknikal (technical analysis) adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham,valas, kontrak berjangka (future contract), indeks, dan beberapa instrument keuangan lainnya.

Analisis teknikal ini sering juga disebut dengan chartist karena para analisisnya melakukan studi dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat menemukan suatu pola pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya untuk mendapatkan keuntungan.

Ada tiga prinsip yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisis teknikal, yaitu:

1. Market Price Discount Everything

Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa valas secara keseluruhan atau harga mata uang suatu Negara seperti factor ekonomi, politik, fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain sebagainya akan tercermin pada harga pasar.

2. Price Moves in Trend

Yaitu harga valuta asing akan tetap bergerak dalam satu trend. Harga mulai bergerak ke satu arah, turun atau anik. Tren ini akan berkelanjutan sampai pergerakan harga melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang berlawanan.

3. History Repeat It Self

Oleh karena alaisis teknikal juga menggambarkan fakor psikologis para pelaku pasar, maka pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan darang. Pola historis ini dapat terlihat dari waktu ke waktu di grafik. Pola-pola ini mempunyai makna yang dapat diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan harga.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

PT. Astra International, Tbk (IDX: ASII) atau lebih dikenal dengan Astra Group adalah salah satu kelompok bisnis otomotif terbesar di Indonesia, yang didirikan sejak tanggal 20 Februari 1957. PT. Astra International Tbk bertempat di Jalan Gaya Motor Raya No.8, Sunter II-Jakarta Utara.

Anak perusahaan PT. Astra International, Tbk (IDX:ASI), antara lain:

1. PT. Toyota Astra Motor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk Toyota terbesat di Indonesia

2. Auto 2000 sebagai salah satu Dealer Utama Toyota di Indonesia

3. PT. Astra Daihatsu Motor sebagai ATPM Daihatsu di Indonesia

4. PT. Pantja Motor sebagai ATPM Isuzu di Indonesia

5. PT. Astra Nissan Diesel Indonesia sebagai ATPM Truk Nissan Diesel di Indonesia

6. PT. Tjaja Sakti Motor sebagai ATPM BMW dan Peugeot di Indonesia

7. PT. Serasi Autoraya atau biasa dikenal dengan TRAC

8. Mobil 88

9. PT. Astra Honda Motor sebagai ATPM motor bermerk Honda

10. PT. Astra Otoparts Tbk

Perusahaan ini telah tercata di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990 dengan thicker name ASII. Saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage Singapura.

3.2 Data dan Variabel

1. Data

Data yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah

a. Laporan keuangan triwulan PT. Astra International, Tbk periode 2007-2009

b. Daftar harga saham harian PT. Astra International, Tbk periode 2007-2009

Keterangan: harga saham harian yang penulis gunakan hanyalah harga saham harian yang dibutuhkan saja, yaitu harga saham dua hari sebelum, satu hari sebelum, satu hari setelah, dua hari setelah, dan saat tanggal publikasi laporan keuangan triwulan PT. Astra International, Tbk.

2 Variabel

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu:

a. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Harga saham dikategorikan sebagai variabel terikat karena dalam penulisan ilmiah ini, harga saham dipengaruhi oleh kinerja keuangan perusahaan. Sehingga harga saham berubah-ubah tergantung kinerja keuangan perusahaan.

Y = harga saham { (close price H-2+close price H-1+close

price H+close price H+1+close price H+2)/5}

ket: H= tanggal publikasi laporan keuangan tiap triwulan.

b. Variabel Bebas

Rasio profitabilitas, EPS, dan PER dikategorikan sebagai variabel bebas karena dalam penulisan ilmiah ini, ketiga faktor tersebut mempengaruhi harga saham sehingga harga saham pun berubah-ubah tergantung rasio profitabilitas, EPS, serta PER perusahaan.

X1 = Rasio Profitabilitas (ROA, ROE, ROI)

X2 = Earning per Share (EPS)

X3 = Price Earning Ratio (PER)

3.3 Metode Pengumpulan Data

Penulis menggunakan data sekunder yaitu berupa daftar harga saham harian PT. Astra International, Tbk periode 2007-2009. Data sekunder tersebut diperoleh penulis secara langsung dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang beralamat di Jakarta Stock Exchange Building, Tower II, Lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman Kav.5253.

Selain itu penulis juga menggunakan data sekunder berupa laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas per triwulan PT. Astra International, Tbk periode 2007-2009. Data sekunder ini, penulis peroleh dari situs www.idx.co.id.

3.4 Hipotesis

Dalam pengujian ini, penulis menarik empat hipotesis, yaitu:

1. Ha1 : pengaruh antara Rasio Profibilitas (X1) terhadap harga saham (Y)

2. Ho2 : pengaruh antara EPS (X2) terhadap harga saham (Y)

3. Ha3 : pengaruh antara PER (X1) terhadap harga saham (Y)

4. Ha 4 : pengaruh ketiga variabel independen X1, X2, X3 (Rasio Profibilitas, EPS, PER) secara bersama-sama terhadap variabel Y (harga saham)

3.5 Alat Analisis

Dalam penulisan ilmiah ini, data yang digunakan penulis ialah data kuantitatif yang penulis olah dengan menggunakan beberapa perhitungan, antara lain:

1. Rasio profibilitas yang diukur dengan Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Return On Investment (ROI).

a. Return On Assets (ROA), merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Semankin tinggi ROA berarti semakin tinggi pula keuntungan, dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan asset.

ROA = Laba Bersih (Sebelum Pajak)

Total Aktiva

b. Return On Equity (ROE), merupakan rasio laba sebelum pajak terhadap modal sendiri. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat hasil pengembalian dari investasi para pemegang saham. Kenaikan ROE mengakibatkan naiknya laba bersih, dan selanjutnya akan diikuti oleh kenaikan harga saham perusahaan yang bersangkutan.

ROE = Laba Bersih (Sebelum Pajak)

Total Ekuitas

c. Return on Investment (ROI), merupakan rasui yang membandingkan antara laba bersih dengan seluruh aktiva. Sedangkan menurut Hartanto (1981: 267), “ROI adalah rasio yang menyatakan hasil yang dicapai dari investasi-investasi yang ditanam dalam perusahaan yang memberikan suatu ukuran sukses tidakny perusahaan tersetut”.

2. Earning per Share (EPS) digunakan untuk menunjukan tingkat keuntungan yang diperoleh setiap lembar saham, dengan membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan saham yang diterbitkan oleh perusahaan.

EPS = Laba Bersih (Sebelum Pajak)

Jumlah Saham yang Diterbitkan

3. Rasio penilaian (valuation ratio), yang diukur dengan Price Earning Ratiio (PER). PER adalah perbandingan harga saham dengan laba per saham yang kemudian menjadi ukuran penting untuk landasan pertimbangan seorang investor membeli saham sebuah perusahaan. Selain itu, PER juga menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

PER = Harga Pasar Saham

Laba per Lembar Saham

(Penulisan ilmiah ini merupakan penulisan yang sudah di edit dari penulisan ilmiah Safira Rahmania tahun 2009)

2 komentar:

  1. ada contoh skrispsi tentang Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Penjualan Saham g?
    klo ada email ke natsu_sem@yahoo.com y?
    thanks

    BalasHapus
  2. kita juga punya nih artikel mengenai finansial, silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2636/1/Ekon-17.pdf
    semoga bermanfaat

    BalasHapus