Kamis, 06 Januari 2011

JURNAL PI

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN

TERHADAP HARGA SAHAM PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk

ABSTRAK

Tika Nurmalasari, 21207100

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PT INDOFOOD SUKSES, MAKMUR, Tbk

Penulisan Ilmiah, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Gunadarma, 2010

Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Harga Saham

(ix + 60 + lampiran)


Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui pengaruh serta seberapa besar pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis adalah pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham dengan masing-masing sebesar 0,073, -0,078, 0,072, 0,391, dan 0,620. Dimana CR memiliki hubungan positif dan tergolong sangat rendah, DER memiliki hubungan negatif dan tergolong sangat rendah. Begitu juga ROA dan ROE memiliki hubungan positif dengan masing-masing tergolong sangat rendah dan rendah . Sedangkan t hitung CR, DER, ROA dan ROE < t tabel = 0,071, -0,401, -1,071, -2,508 < style=""> Pengaruh EPS terhadap harga saham sebesar 0,620 artinya terdapat hubungan positif dan tergolong kuat. Sedangkan t hitung > t tabel = 3,521 > 2,228. Sehingga Ha diterima berarti ada hubungan yang signifikan terhadap harga saham. Pengaruh variabel independen terhadap harga saham sebesar 0,859 artinya terdapat hubungan positif dan tergolong sangat kuat. Sedangkan F hitung < tabel =" 3,376">


Daftar Pustaka (1992 : 2010)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suatu perusahaan diharapkan dapat terus berkembang. Sementara pengembangan tersebut membutuhkan modal. Modal itu sendiri menjadi salah satu aspek penting dalam perusahaan baik dalam pembukuan bisnis maupun pengembangannya. Oleh karena itu, perusahaan harus menentukan seberapa banyak modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan. Sumber dana bagi perusahaan dapat diperoleh dari dalam maupun luar perusahaan. Dana dari dalam perusahaan, yaitu melalui laba ditahan dan depresiasi serta dana dari luar perusahaan yaitu dana yang berasal dari para kreditur dan investasi asing. Namun dana yang berasal dari pinjaman kreditur, serta investasi asing dirasa masih kurang. Oleh sebab itu banyak perusahaan yang memilih pasar modal sebagai sarana penambah modal mereka.

Pasar modal merupakan wadah alternatif selain bank dan lembaga keuangan non bank bagi para investor untuk melakukan penanaman modal (investasi). Salah satu indikasi bekerjanya pasar modal secara optimal adalah ketersediaan informasi, baik informasi keuangan maupun informasi non keuangan yang bersifat simetris dan dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Informasi tersebut berguna bagi investor sebagai dasar mengadakan penilaian terhadap perusahaan. Oleh karena itu peranan pasar modal menjadi semakin penting mengingat fungsi pasar modal sebagai tempat bertemunya pihak yang membutuhkan dana, dan pihak yang ingin menanamkan modalnya.

Masyarakat yang sudah mengenal pasar modal, banyak yang tertarik untuk memiliki saham dari sebuah perusahaan sebagai bukti kepemilikannya akan perusahaan tersebut. Namun sebelum masyarakat memutuskan akan menginvestasi dananya dipasar modal ada kegiatan yang terpenting untuk dilakukan, yaitu penilaian dengan cermat terhadap emiten suatu perusahaan. Penilaian emiten suatu perusahaan didapat dari informasi yang tersedia di pasar modal sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang penilaian emiten suatu perusahaan. Salah satu aspek yang dinilai oleh masyarakat dalam investasi adalah kinerja keuangan perusahaan yang diukur dari laporan keuangan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan akan selalu mempublikasikan laporan keuangannya agar para calon investor dapat mengetahui bagaimana kinerja perusahaan, dan prospek perusahaan tersebut ke depan. Dengan kata lain, sebuah laporan keuangan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi para calon investor saat melakukan investasi.

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dilihat peranan kinerja keuangan perusahaan sangat penting terhadap harga saham untuk menarik investor menanamkan modalnya pada perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini sebagai bahan penulisan ilmiah dengan judul “ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk”.

1.2 Rumusan dan Batasan Masalah

1.2.1 Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh kinerja keuangan PT Indofood Sukses

Makmur, Tbk terhadap harga sahamnya?

2. Seberapa besar pengaruh kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk terhadap harga sahamnya?

1.2.2 Batasan Masalah

Untuk membatasi luasnya penjabaran, dan pembahasan dalam penulisan ilmiah ini, maka penulis hanya memfokuskan pada laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk tahun 2007-2009. Adapun alat ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah dengan current ratio, debt to equity ratio , rasio profitabilitas dan Earning per Share (EPS). Rasio profitabilitas sendiri diukur dengan Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) . Sedangkan pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham, penulis ukur dengan regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 17.

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penulisan ilmiah ini, yaitu:

1. Untuk menunjukkan pengaruh kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk terhadap harga sahamnya?

2. Untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk terhadap harga sahamnya?

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Akademis

Sebagai referensi bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian tentang pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap harga saham.

1.4.2 Manfaat Praktis

Bagi pihak internal perusahaan sebagai salah satu alat ukur kinerja keuangan perusahaan sedangkan bagi pihak eksternal (investor) sebagai salah satu pertimbangan ketika hendak menanamkan modalnya pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

1.5 Metode Penelitian

1.5.1 Objek Penelitian

Objek penelitian yang diteliti oleh penulis adalah PT Indofood Sukses Makmur (IDX: INDF) adalah salah satu produsen mie instan terbesar di dunia khususnya di Indonesia. PT Indofood Sukses Makmur , Tbk beralamat kantor pusat di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 27, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 76-78, Jakarta, Indonesia.

1.5.2 Data dan Variabel

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan data sebagai berikut:

1. Laporan Keuangan triwulan PT Indofood Sukse Makmur, Tbk periode 2007-2009.

2. Daftar harga saham harian PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009.

Keterangan: Harga saham harian yang penulis gunakan hanyalah harga saham harian yang dibutuhkan saja, yaitu harga saham dua hari sebelum, satu hari sebelum, satu hari setelah, dua hari setelah, dan saat tanggal publikasi laporan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

Adapun variabel yang penulis gunakan, yaitu:

1. Variabel bebas (independent variable)

X1 = Current Ratio (CR)

X2 = Debt to Total Equity Ratio (DER)

X3 = Return On Assets (ROA)

X4 = Return on Equity (ROE)

X5 = Earning Per Share (EPS)

2. Variabel terikat (dependent variable)

Y = ((close price H-2 + close price H-1+close price H+ close price H+1+close price H+2)/5)

Ket: Y = Harga Saham

H = tanggal publikasi laporan keuangan tiap triwulan

1.5.3 Metode Pengumpulan Data

1.5.3.1 Data Sekunder

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan data sekunder yang berasal dari dua sumber, yang pertama yaitu situs www.idx.co.id untuk mendapatkan laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009. Sedangkan sumber yang kedua yaitu www.yahoofinance.com untuk mendapatkan harga saham harian PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009.

1.5.3.2 Studi Kepustakaan

Dilakukan dengan cara membaca, dan mempelajari referensi buku-buku serta catatan kuliah yang berhubungan dengan topik penelitian.

1.5.4 Alat Analisis yang Digunakan

1.5.4.1 Analisis Deskriptif

Dalam penelitian ilmiah ini, penulis menganalisis masalah dengan mendeskripsikannya melalui beberapa tabel hasil perhitungan current ratio, debt to total equity ratio, return on assets, return on equity dan earning per share (EPS), dan kinerja keuangan. Dimana kinerja keuangan dihitung dengan analisis regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 17.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kerangka Teori

2.1.1 Pengertian Kinerja Keuangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:570), “Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, atau kinerja merupakan kemampuan kerja”. Menurut Eddy Sukarno (2000:111), “Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi. Adapun dalam pencapaian tujuan tersebut, setiap perusahaan berusaha untuk meningkatkan nilai perusahaan demi kelangsungan hidup perusahaan”.

Pengertian kinerja keuangan itu sendiri menurut Mulyadi (1997:419) adalah penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilan laba. Ukuran yang digunakan dalam mengukur keberhasilan suatu perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio untuk melihat adanya peningkatan atau penurunan hasil setiap tahun.

Untuk mengetahui gambaran tentang kinerja keuangan perusahaan maka perlu dilakukan interprestasi atau analisa. Analisa yang harus diinterprestasikan adalah analisis keuangan. Pengertian dari analisis keuangan adalah suatu proses yang bertujuan menentukan ciri-ciri penting tentang keadaan perusahaan terutama keadaan keuangan berdasarkan data yang ada. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dipelajari sehingga tercapai suatu tujuan dari analisa tersebut. Adapun tujuan utama dari analisis kinerja keuangan adalah untuk mendapatkan informasi yang dijadikan sebagai pedoman dalam mengambil kebijaksanaan mengenai masalah operasional maupun finansial yang dihadapi perusahaan.

2.1.2 Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Zaki Baridwan (1992:17),”Laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan”.

Menurut Munawir (2000:2) menyatakan laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data dan aktivitas perusahaan tersebut.

Menurut Bambang Riyanto (2001:327), Laporan keuangan (financial statement) adalah ikhtisar mengenai keadaan finansial suatu perusahaan, dimana neraca (balanced sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan rugi laba (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun.

Menurut Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia dikatakan bahwa : “Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.” (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002 : 2)

Dari pendapat-pendapat yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses akuntansi yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan posisi keuangan yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan sebagai alat komunikasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.

2.1.3 Tujuan Laporan Keuangan

Melalui laporan keuangan secara periodik dilaporkan informasi penting mengenai perusahaan berupa:

1 Informasi mengenai sumber-sumber dan kewajiban serta modal perusahaan.

2 Informasi mengenai perubahan-perubahan dalam sumber-sumber ekonomi neto atau kekayaan bersih (modal = aktiva – kewajiban) yang timbul dari aktivitas-aktivitas usaha perusahaan dalam memperoleh laba.

3 Informasi mengenai kinerja perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi (perkiraan) dalam memperoleh laba.

4 Informasi mengenai perubahan sumber-sumber dan kewajiban sebagai akibat dari pembelanjaan dan investasi

5 Informasi yang dapat digunakan perusahaan dalam mengambil kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan, tujuan laporan keuangan adalah:

1. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu.

3. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

2.1.4 Jenis-jenis laporan keuangan

Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan terdiri dari:

a. Neraca

Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, dan modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu yang menunjukan posisi keuangan (aktiva, hutang, dan modal). Posisi keuangan ini ditunjukan dengan jumlah harta yang dimiliki disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan disebut pasiva. Oleh karena itu, dapat dilihat didalam neraca bahwa jumlah aktiva sama dengan jumlah pasiva, dimana pasiva itu terdiri dari dua golongan kewajiban yaitu kewajiban kepada pihak luar yang disebut utang dan kewajiban terhadap pemilik perusahaan yang disebut modal. Bila disusun dalam bentuk persamaan maka akan tampak bahwa:

Aktiva = Pasiva

Aktiva = Utang + Modal

b. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan aktivitas usaha perusahaan untuk periode tertentu yang melaporakan hasil usaha bersih atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha dan aktivitas lainnya.

c. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukan perubahan modal perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode pelaporan.

d. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dalam aktivitas perusahaan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

2.1.5 Teknik-Teknik Analisa Laporan Keuangan

Teknik-teknik analisa laporan keuangan ditujukan untuk memperlihatkan hubungan-hubungan dan perubahan-perubahan. Terdapat tiga yang lazim dipakai:

a. Analisis Horizontal (Horisontal analysis)

Analisa horizontal (Horisontal analysis), yang disebut juga analisis tren (Trend analysis), yang merupakan suatu teknik untuk mengevaluasi serangkaian data laporan keuangan selama periode tertentu. Analisis horizontal melakukan penelitian dalam laporan keuangan komparatif. Dibutuhkan dua langkah dalam analisis horizontal.

1. Menghitung jumlah rupiah perubahan dari periode dasar ke periode akhir.

2. Membagi jumlah rupiah perubahan dengan jumlah periode dasar.

Dalam analisis horizontal, perubahan hasil kegiatan perusahaan dan posisi keuangan dalam jangka waktu tertentu dinyatakan dalam persentase atau jumlah (rupiah). Metode ini sering digunakan dalam laporan laba rugi.

b. Analisis Vertikal (Vertical Analysis)

Adalah teknik yang digunakan untuk mengevaluasi data laporan keuangan yang menggambarkan setiap pos dalam laporan keuangan dari segi persentase dan jumlah rupiah. Analisis ini dipakai untuk perbandingan laporan keuangan dari berbagai periode, trend atau perubahan hubungan diantara pos-pos lebih mudah untuk diidentifikasi. Laporan keuangan hanya dinyatakan dalam presentase aja disebut laporan ukuran bersama (Common Size Statement). Dalam analisis vertikal terhadap neraca, setiap pos dinyatakan sebagai suatu persentase dari neraca atau suatu persentase dari jumlah kewajiban dan ekuitas pemegang saham. Dalam analisis vertikal terhadap laporan laba rugi, adalah lazim untuk menyatakan pos-pos pada laporan laba rugi sebagai suatu persentase dari angka penjualan bersih.

c. Analisis Rasio (Ratio analysis)

Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu terhadap jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau member gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan rasio pembanding yang digunakan sebagai standart. (Henry Simamora, 2000:522)

2.1.6 Analisa Rasio Keuangan

Analisa rasio keuangan merupakan sebuah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan didapat dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. (James dan John, 200:202)

Prastowo yang diacu dalam Achmad (2003:57) mengartikan rasio sebagai pengukapan hubungan matematik suatu jumlah dengan jumlah yang lainnya atau perbandingan antara satu pos dengan pos yang lainnya. Rasio keuangan sangat penting bagi analis eksternal yang menilai suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangan yang diumumkan. Penilaian ini meliputi masalah likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, efisiensi manajemen dan prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Selain itu rasio keuangan berguna bagi analisis internal untuk membantu manajemen membuat evaluasi tentang hasil-hasil perusahaan, memperbaiki kesalahan-kesalahan dan menghindari keadaan yang dapat menyebabkan kesulitan keuangan.

Menurut Mott (1996) yang diacu dalam Achmad (2003: 57) rasio merupakan angka yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dihubungkan bersama-sama sebagai suatu presentase atau fungsi, sehingga pada akhirnya terlihat bahwa rasio ini berkaitan dengan pengukuran input dan output.

Analisis rasio keuangan, yang menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laba rugi satu dengan yang lainnya, dapat memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan dan penilaian posisinya pada saat ini. Analisis rasio juga memungkinkan manajer keuangan memperkirakan reaksi para kreditor dan memberikan pandangan kedalam tentang bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh.

Helfert (1996) mengungkapkan terdapat banyak rasio keuangan yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian kunerja keuangan. Akan tetapi manfaat yang sebenarnya dari setiap rasio keuangan sangat ditentukan oleh tujuan spesifik dari analis. Lebih lanjut rasio-rasio itu bukan merupakan kriteria yang mutlak. Rasio-rasio yang bermanfaat dapat menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau kinerja operasi, dan membantu menggambarkan kecenderungan serta pola perubahan tersebut, yang pada gilirannya dapat menunjukkan kepada analis risiko dan peluang dari perusahaan yang sedang ditelaah. Terdapat banyak individu dan kelompok yang berkepentingan atas suatu perusahaan, antara lain : pemilik (investor), manajer, pemberi pinjaman, karyawan, organisasi pekerja, agen pemerintahan dan masyarakat umum.

2.1.7 Pasar Modal

2.1.7.1 Pengertian Pasar Modal

Pasar modal (capital market) adalah suatu pasar dimana dana – dana jangka baik hutang maupun modal sendiri diperdagangkan. Dana jangka panjang yang diperdagangkan tersebut diwujudkan dalam surat –surat

berharga. Jenis surat berharga yang diperjual belikan dipasar modal memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun dan ada yang tidak memiliki jatuh tempo. Dana jangka panjang berupa hutang yang diperdagangkan biasanya obligasi (bond), sedangkan dana jangka panjang yang merupakan modal sendiri berupa saham biasa (common stock) dan saham preferen (preffered stock). Pasar modal dalam arti sempit adalah suatu tempat (dalam pengertian fisik) yang terorganisasi dimana surat berharga (efek – efek) diperdagangkan, yang kemudian disebut bursa efek (stock exchange)

Pasar modal terdiri dari pasar primer atau perdana (primary market) dan pasar sekunder (secondary market). Pasar primer adalah pasar untuk surat – surat berharga yang baru diterbitkan. Pada pasar ini dana berasal dari arus penjualan surat berharga atau sekuritas (security) baru dari pembeli sekuritas (disebut investor) kepada perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut (emiten). Sedangkan pasar sekunder adalah pasar perdagangan surat berharga

yang sudah ada (sekuritas lama) di bursa efek. Uang yang mengalir dari trnsaksi ini tidak lagi mengalir ke perusahaan penerbit efek tetapi hanya mengalir dari pemegang sekuritas yang satu kepada pemegang sekuritas yang lain.

2.1.8 Saham

2.1.8.1. Pengertian Saham

Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. (Darmadji dan Fakhruddin,2001:5)

Saham adalah suatu sekuritas yang memiliki klaim terhadap pendapatan dan aset sebuah perusahaan. Sekuritas sendiri dapat diartikan sebagai klaim atas pendapatan masa depan seorang peminjam yang dijual oleh peminjam kepada yang meminjamkan, sering juga disebut instrumen keuangan. (Mishkin:2001,4)

Dari beberapa pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa saham adalah suatu sekuritas yang menjadi tanda penyertaan atau kepemilikan terhadap pendapatan dan aset seseorang atau badan dalam suatu perusahaan.

2.1.8.2 Harga Saham

Menurut Agus Sartono (2001:9), harga saham terbentuk dipasar modal dan ditentukan oleh beberapa faktor seperti laba per lembar saham atau earning per share, rasio laba terhadap harga per lembar saham atau price earning ratio, tingkat bunga bebas resiko yang diukur dari tingkat bunga deposito pemerintah dan tingkat kepastian operasi perusahaan.

2.1.8.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham

Menurut Weston dan Brigham (2001:26), faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham adalah:

1. Laba per lembar saham (Earning Per Share/EPS)

Seorang investor yang melakukan investasi pada perusahaan akan menerima laba atas saham yang dimilikinya. Semakin tinggi laba per lembar saham (EPS) yang diberikan perusahaan akan memberikan pengembalian yang cukup baik. Ini akan mendorong investor untuk melakukan investasi yang lebih besar lagi sehingga harga saham perusahaan akan meningkat.

2. Tingkat Bunga

Tingkat bunga dapat mempengaruhi harga saham dengan cara :

a. Mempengaruhi persaingan di pasar modal antara saham dengan obligasi, apabila suku bunga naik maka investor akan menjual sahamnya untuk ditukarkan dengan obligasi. Hal ini akan menurunkan harga saham. Hal sebaliknya juga akan terjadi apabila tingkat bunga mengalami penurunan.

b. Mempengaruhi laba perusahaan, hal ini terjadi karena bunga adalah biaya, semakin tinggi suku bunga maka semakin rendah laba perusahaan. Suku bunga juga mempengaruhi kegiatan ekonomi yang juga akan mempengaruhi laba perusahaan.

3. Jumlah Kas Deviden yang Diberikan

Kebijakan pembagian deviden dapt dibagi menjadi dua, yaitu sebagian dibagikan dalam bentuk deviden dan sebagian lagi disisihkan sebagai laba ditahan. Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham, maka peningkatan pembagian deviden merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dari pemegang saham karena jumlah kas deviden yang besar adalah yang diinginkan oleh investor sehingga harga saham naik.

4. Jumlah laba yang didapat perusahaan

Pada umumnya, investor melakukan investasi pada perusahaan yang mempunyai profit yang cukup baik karena menunjukan prospek yang cerah sehingga investor tertarik untuk berinvestasi, yang nantinya akan mempengaruhi harga saham perusahaan.

5. Tingkat Resiko dan Pengembalian

Apabila tingkat resiko dan proyeksi laba yang diharapkan perusahaan meningkat maka akan mempengaruhi harga saham perusahaan. Biasanya semakin tinggi resiko maka semakin tinggi pula tingkat pengembalian saham yang diterima.

2.1.8.4 Jenis-jenis Saham

Menurut Zaki Baridwan (2000:394), saham dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Saham biasa (common stock) adalah saham yang pelunasannya dilakukan diurutan paling akhir dalam penglikuidasian perusahaan, sehingga saham biasa mempunyai resiko yang paling besar dibandingkan saham lainnya. Oleh karena resiko yang besar inilah, apabila perusahaan berjalan dengan baik, dividen untuk saham biasa akan lebih besar daripada dividen untuk saham prioritas.

2. Saham prioritas (preferen stock) adalah saham yang dividennya dibagikan paling awal, dan apabila ada kelebihan, barulah dibagikan kepada pemegang saham biasa.

3. Sertifikat saham yang dikeluarkan oleh PT Dana Reksa yang didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk membeli saham perusahaan-perusahaan yang “go public” melalui pasar modal, dan menjualnya kembali pada masyarakat umum dalam bentuk sertifikat saham.

2.2 Kajian Penelitian Sejenis

Dalam kajian penelitian sejenis ini, penulis berpedoman pada penulisan ilmiah yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya yang tersedia di perpustakaan Universitas Gunadarma. Penelitian ilmiah tersebut, penulis jadikan pedoman karena menurut penulis ada kesamaan tema dengan apa yang ingin penulis buat.

Adapun referensi PI yang penulis gunakan adalah sebagai berikut:

1. Penelitian Ilmiah Yanti Haryanti (Tahun 2008)

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham PT Bumi

Resources, Tbk.

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan rasio profibilitas, EPS, PER pada PT Bumi Resources, Tbk periode 2003-2007. Pengaruh rasio profibilitas terhadap harga saham sebesar 0,829 artinya terdapat hubungan positif yang kuat sehingga kenaikan rasio profibilitas akan diikuti oleh kenaikan harga saham. Sedangkan uji hipotesis didapat nilai t hitung > t tabel, yaitu 5,343 > 2,101 artinya Ho ditolak. Ini artinya ada hubungan yang signifikan antara rasio profibilitas terhadap harga saham PT Bumi Resources, Tbk. Pengaruh EPS terhadap harga saham sebesar 0,426 artinya terdapat hubungan positif dan cukup kuat sehingga kenaikan EPS akan diikuti oleh kenaikan harga saham. Sedangkan uji hipotesis didapat nilai t hitung <>

2. Penelitian Ilmiah Safira Rahmania (Tahun 2009)

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham PT Astra International, Tbk.

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan rasio profitabilitas, EPS, PER pada PT Astra International, Tbk periode 2004-2008. Pengaruh rasio profibilitas terhadap harga saham sebesar -0,021 artinya terdapat hubungan negatif dan tergolong rendah. Sedangkan t hitung <> t tabel, yaitu 2,586>2,101. Ho ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara PER (X3) terhadap harga saham.

2.3 Alat Analisis

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menganalisa kinerja keuangan perusahaan dengan tujuan dapat mencari dan mengetahui pengaruhnya terhadap harga saham. Analisa rasio yang akan dibahas oleh penulis berkaitan dengan penulisan ilmiah ini, yaitu:

1. Current Ratio

Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Likuiditas juga bisa berarti mudah tidaknya suatu jenis investasi dicairkan menjadi uang kas.

(Anaroga 2001 : 79).

2. Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to equity ratio menggambarkan perbandingan antara total utang dengan total ekuitas perusahaan yang digunakan sebagai sumber pendanaan usaha. Debt to equity ratio mengungkapkan bagaimana penggunaan pendanaan perusahaan dari struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari utang jangka panjang dan modal yang berasal dari ekuitas. Rasio ini diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

3. Return On Assets (ROA)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Semakin tinggi ROA berarti semakin tinggi pula keuntungan, dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan asset.

4. Return On Equity (ROE)

Merupakan rasio laba sebelum pajak terhadap modal sendiri. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat hasil pengembalian dari investasi para pemegang saham. Kenaikan ROE mengakibatkan naiknya laba bersih, dan selanjutnya akan diikuti oleh kenaikan harga saham perusahaan yang bersangkutan.


5. Earning per Share (EPS)

Digunakan untuk menunjukkan tingkat keuntungan yang diperoleh setiap lembar saham, dengan membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan saham yang diterbitkan oleh perusahaan.

2.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda

Menurut Sir Francis Galton (1822-1911), “Regresi linier berganda adalah salah satu metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah variabel terikat dipengaruhi oleh variabel bebas, dimana variabel bebas yang digunakan lebih dari satu variabel”.

Bentuk umum regresi linier berganda:

Y = a + b1X1 +b2X2 + … + bnXn

Keterangan:

Y = variabel terikat a = konstanta

X1 = variabel bebas ke-1 b1 = koefisien regresi ke-1

X2 = variabel bebas ke-2 b2 = koefisien regresi ke-2

Xn = variabel bebas ke-n bn = koefisien regresi ke-n

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

PT Indofood Sukses Makmur,Tbk yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan thicker name INDF didirikan pada tanggal 14 Agustus 1990 dengan nama PT Panganjaya Intikusuma. Namun perseroan mengubah nama yang semula PT Panganjaya Intikusuma menjadi PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. Ruang lingkup kegiatan perusahaan terdiri dari produksi mie, penggilingan gandum, kemasan, jasa manajemen, serta penelitian dan pengembangan. Saat ini, perusahaan bergerak dibidang pembuatan mie, dan penggilingan gandum menjadi tepung terigu. Kantor pusat PT Indofood Sukses Makmur, Tbk berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 27, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 76-78, Jakarta, Indonesia.

Anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk (IDX: INDF), antara lain:

1. PT Gizindo Primanusantara (GPN) berdomisili di Bandung dengan jenis usaha produksi makanan bayi

2. PT Ciptakemas Abadi berdomisili di Tangerang dengan jenis usaha produksi bahan kemasan

3. PT Prima Intipangan Sejati (PIPS) berdomisili di Jakarta dengan jenis usaha jasa investasi dan manajemen

4. PT Bogasari Sentra berdomisili di Jakarta dengan jenis usaha penggilingan tepung

5. PT Indobiskuit Mandiri Makmur (IMM) berdomisili di Purwakarta dengan jenis usaha produksi biscuit

3.2 Data dan Variabel

1. Data

Data yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah

a. Laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009

b. Daftar harga saham harian PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009

Keterangan: harga saham harian yang penulis gunakan hanyalah harga saham harian yang dibutuhkan saja, yaitu harga saham dua hari sebelum, satu hari sebelum, satu hari setelah, dua hari setelah, dan saat tanggal publikasi laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

2 Variabel

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu:

a. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Harga saham dikategorikan sebagai variabel terikat karena dalam penulisan ilmiah ini, harga saham dipengaruhi oleh kinerja keuangan perusahaan. Sehingga harga saham berubah-ubah tergantung kinerja keuangan perusahaan.

Y = ((close price H-2+close price H-1+close price H+close

price H+1+close price H+2)/5)

Ket: Y = Harga Saham

H = tanggal publikasi laporan keuangan tiap triwulan.

b.Variabel Bebas (Independent Variable)

Rasio profitabilita dan EPS dikategorikan sebagai variabel bebas karena dalam penulisan ilmiah ini, ketiga faktor tersebut mempengaruhi harga saham sehingga harga saham pun berubah-ubah tergantung rasio profitabilitas dan earning per share (EPS).

X1 = Current Ratio (CR)

X2 = Debt to Equity Ratio (DER)

X3 = Return On Assets (ROA)

X4 = Return On Equity (ROE)

X5 = Earning per Share (EPS)

3.3 Metode Pengumpulan Data

Penulis menggunakan data sekunder yaitu berupa daftar harga saham harian PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009. Data sekunder tersebut penulis peroleh dari www.yahoofinance.com. Selain itu penulis juga menggunakan data sekunder berupa laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas per triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009. Data sekunder ini, penulis peroleh dari situs www.idx.co.id.

3.4 Alat Analisis

Dalam penulisan ilmiah ini, data yang digunakan penulis ialah data kuantitatif yang penulis olah dengan menggunakan beberapa perhitungan, antara lain:

1. Current Ratio

2. Debt to Equity Ratio (DER)

3. Return On Assets (ROA)

4. Return On Equity (ROE)


5. Earning per Share (EPS)

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Perhitungan Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Rasio Profitabilitas (ROA dan ROE) dan Earning Per Share (EPS)

4.1.1 Current Ratio

Current ratio merupakan kemampuan perusahaan dalam

menutupi kewajiban lancar. Current ratio juga merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar.

Tabel 4.1

PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

Perhitungan Current Ratio (CR)

Periode 2007-2009

Tahun

Triwulan

Aktiva Lancar

Hutang Lancar

Current Ratio = AL/HL

2007

I

9.876.726

6.935.207

1,424

II

10.091.960

6.651.386

1,517

III

11.232.596

7.458.038

1,506

IV

11.766.655

12.76.365

0,920

2008

I

13.802.340

14.427.046

0,956

II

14.826.846

12.577.859

1,178

III

16.287.147

14.954.492

1,089

IV

14.598.422

16.262.161

0,897

2009

I

15.048.184

16.652.684

0,903

II

14.040.719

13.653.489

1,028

III

13.957.040

12.822.235

1,088

IV

12.954.813

11.158.962

1,161

Sumber : Data diolah berdasarkan laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat dilihat current ratio PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. Pada tahun 2007 current ratio mengalami penurunan di triwulan III dan IV menjadi 1,506 dan 0,920. Pada tahun 2008 current ratio mengalami penurunan di triwulan III dan IV menjadi 1,089 dan 0,897. Pada tahun 2009, current ratio mengalami peningkatan ditiap triwulannya.

4.1.2 Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to equity ratio (DER) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat leverage (penggunaan hutang) terhadap total shareholders’ equity yang dimiliki perusahaan. Rasio ini menunjukkan komposisi atau struktur modal dari total pinjaman (hutang) terhadap total modal yang dimliki perusahaan. Semakin tinggi DER menunjukkan komposisi total hutang (jangka pendek dan jangka penjang) semakin besar dibanding dengan total modal sendiri, sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar (kreditur). Berikut ini adalah tabel perhitungan DER PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009.

Tabel 4.2

PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

Daftar Debt to Equity Ratio (DER)

Periode 2007-2009

Tahun

Tri wulan

Hutang Lancar

Hutang Jangka Panjang

Total Ekuitas

DER= (HL + HJP) / ∑ EK

2007

I

6.935.207

3.413.031

18.516.104

1,646

II

6.651.386

4.266.159

19.005.150

1,804

III

7.458.038

4.296.571

20.244.071

1,858

IV

12.76.365

5.899.543

16.364.593

2,620

2008

I

14.427.046

5.876.154

31.821.883

2,717

II

12.577.859

8.734.272

33.119.147

2,827

III

14.954.492

7.874.040

35.875.959

2,715

IV

16.262.161

10.170.208

39.594.264

3,110

2009

I

16.652.684

10.770.601

40.832.133

3,178

II

13.653.489

12.987.490

40.327.646

3,022

III

12.822.235

13.050.123

40.629.575

2,681

IV

11.158.962

13.727.819

40.382.953

2,450

Sumber: Data diolah berdasarkan laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat debt to equity ratio PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. Pada tahun 2007, debt to equity ratio (DER) mengalami peningkatan di tiap triwulannya. Sedangkan pada tahun 2008, debt to equity ratio (DER) mengalami penurunan di triwulan III menjadi 2,715. Begitu juga di tahun 2009, debt to equity ratio (DER) mengalami penurunan di triwulan II, III dan IV dengan masing-masing nilai DER menjadi 3,022, 2,681, dan 2,450.

4.1.3 Rasio Profitabilitas (ROA dan ROE)

Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, dengan cara membandingkan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut sehingga dapat diketahui performa perusahaan tersebut. Rasio profitabilitas yang akan digunakan adalah Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE). Berikut ini adalah tabel rasio profitabilitas yang dihasilkan oleh PT Indofood Sukses Makmur, Tbk untuk periode 2007-2009.

Tabel 4.3

PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

Daftar Rasio Profitabilitas

Periode 2007-2009

Tahun

Triwulan

ROA

ROE

2007

I

0,190*

0,056**

II

0,040

0,127

III

0,070

0,224

IV

0,070

0,290

2008

I

0,033

0,141

II

0,064

0,279

III

0,079

0,338

IV

0,066

0,306

2009

I

0,010

0,048

II

0,044

0,203

III

0,076

0,321

IV

0,101

0,400

Keterangan (dalam jutaan rupiah,)

* = Laba Bersih (Sebelum Pajak) / Total Aktiva

= 351.517/18.516.104

** = Laba Bersih (Sebelum Pajak) / Total Ekuitas

= 351.517/6.283.084

Sumber: Data diolah berdasarkan laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat return on assets dan return on equity PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. Pada tahun 2007, return on assets (ROA) mengalami penurunan di triwulan II menjadi 0,040 yang disertai peningkatan di triwulan III menjadi 0,070 dan tetap di triwulan IV. Sedangkan ROE mengalami peningkatan di tiap triwulannya.Pada tahun 2008, ROA dan ROE mengalami peningkatan dari triwulan I sampai triwulan III. Namun di triwulan IV, mengalami penurunan menjadi 0,066 dan 0,306. Pada tahun 2009, ROA dan ROE mengalami peningkatan di tiap triwulannya.

4.1.4 Earning Per Share (EPS)

Earning Per Share menunjukkan tingkat yang diperoleh untuk setiap lembar saham. Semakin besar EPS maka semakin baik kondisi operasi perusahaan. Sehingga para pemegang saham maupun investor akan tertarik dengan semakin tingginya EPS. EPS dapat dihitung dengan rumus laba bersih perusahaan dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar. Berikut ini adalah daftar Earning Per Share yang dihasilkan oleh PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009.

Tabel 4.4

PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

Daftar Earning Per Share

Periode 2007-2009

Tahun

Triwulan

Laba Bersih

Jumlah Saham Beredar

EPS

2007

I

177.314

8.528.589.000

21

II

367.183

8.528.589.000

43

III

683.304

8.528.589.000

80

IV

980.357

8.528.589.000

115

2008

I

382.927

8.528.589.000

45

II

827.447

8.528.589.000

97

III

1.136.164

8.528.589.000

132

IV

1.034.389

8.528.589.000

120

2009

I

110.441

8.528.589.000

13

II

799.735

8.528.589.000

91

III

1.575.829

8.528.589.000

179

IV

2.075.861

8.528.589.000

236

Sumber: Data diolah berdasarkan laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa Earning Per Share (EPS) PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009 dari triwulan I-triwulan IV per tahun mengalami peningkatan, kecuali di tahun 2008 di triwulan IV mengalami penurunan menjadi 120. Namun dari penurunan EPS tersebut, ternyata perusahaan berhasil untuk memperbaiki masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Sehingga di tahun 2009, EPS yang dihasilkan oleh perusahaan selalu meningkat di tiap triwulannya. Secara garis besar, meningkatnya EPS menggambarkan bahwa kinerja keuangan perusahaan baik dalam menghasilkan laba setiap lembar saham.

4.2 Perhitungan Harga Saham

Harga saham adalah harga suatu saham yang sedang berlangsung suatu pasar modal. Harga saham juga dapat diartikan sebagai harga yang dibentuk dari dari interaksi para penjual dan pembeli saham yang dilatar belakangi oleh harapan mereka terhadap profit perusahaan. Harga saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga saham relatif selama 5 hari, yaitu harga saham H-2, H-1, H, H+1, dan H+2 . Dimana H adalah tanggal publikasi laporan keuangan.

Dengan rumus:

Y = ((close price H-2+close price H-1+close price H+close

price H+1+close price H+2)/5)

Ket: Y = Harga Saham

H = tanggal publikasi laporan keuangan tiap triwulan.

Tabel 4.5

PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

Daftar Perhitungan Harga Saham

Periode 2007-2009

Tahun

Triwulan

Close Price H-2

Close Price H-1

Close Price H

Close Price H+2

Close Price H+1

Harga Saham

2007

I

1.680

1.660

1.640

1.640

1.640

1.652

II

1.870

1.870

1.860

1.830

1.850

1.856

III

2.125

2.225

2.225

2.200

2.125

2.180

IV

2.150

2.150

2.100

2.050

2.275

2.145

2008

I

2.375

2.300

2.275

2.275

2.175

2.280

II

2.175

2.175

2.200

2.250

2.090

2.178

III

1.160

1.170

1.090

1.050

960

1.086

IV

920

940

940

960

960

944

2009

I

1.600

1.630

1.570

1.450

1.370

1.524

II

2.600

2.475

2.500

2.625

2.650

2.570

III

3.475

3.550

3.300

3.300

3.325

3.390

IV

3.900

3.925

3.975

4.100

4.150

4.010

Sumber : Data diolah berdasarkan laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

4.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda merupakan salah satu analisis dalam statistik yang digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Disebut regresi linier berganda, dikarenakan variabel bebas yang digunakan lebih dari satu.

Dalam penelitian ilmiah ini, penulis menggunakan analisis regresi linier berganda (dengan SPSS) untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pengaruh antara kinerja keuangan yang diukur dengan current ratio, debt to equity ratio, ROA, ROE serta Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham. Syarat untuk menggunakan analisis regresi, yaitu data adalah data kuantitatif terdiri dari variabel dependen dan variabel independen serta data terdistribusi normal terhadap harga saham.

Untuk melakukan uji regresi, penulis terlebih dahulu melakukan uji normalitas. Tujuan dilakukan uji normalitas untuk mengetahui data terdistribusi normal atau tidak yang dijadikan sebagai syarat dari uji regresi dan kemudian hasil uji regresi akan di uji dengan uji asumsi klasik yang terdiri uji autokorelasi, uji multikolinieritas dan uji hereroskedastisitas. Dengan tujuan untuk mengetahui apakah model regresi yang diperoleh memperoleh estimator linier yang baik.

Berikut ini adalah input SPSS untuk uji asumsi klasik dan uji regresi:

Daftar input

Y

Current Ratio

Debt to Equity Ratio

ROA

ROE

EPS

1652

1,424

1,646

0,190

0,056

21

1856

1,517

1,804

0,040

0,127

43

2180

1,506

1,858

0,070

0,224

80

2145

0,920

2,620

0,070

0,290

115

2280

0,956

2,717

0,033

0,141

45

2178

1,178

2,827

0,064

0,279

97

1086

1,089

2,715

0,079

0,338

132

944

0,897

3,110

0,066

0,306

120

1524

0,903

3,178

0,010

0,048

13

2570

1,028

3,022

0,044

0,203

91

3390

1,088

2,681

0,076

0,321

179

4010

1,161

2,450

0,101

0,400

236



Sumber: Data diolah berdasarkan laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, 2007-2009.

4.3.1 UJI NORMALITAS

Tujuan dilakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui data terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Dikarenakan n < style=""> One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini output uji normalitas.

Descriptive Statistics

N

Mean

Std. Deviation

Minimum

Maximum

HARGA SAHAM (Y)

12

2151.25

879.310

944

4010

CR (X1)

12

1.13892

.228420

.897

1.517

DER (X2)

12

2.55233

.517617

1.646

3.178

ROA (X3)

12

.07025

.044797

.010

.190

ROE (X4

12

.22775

.114120

.048

.400

EPS (X5)

12

97.67

65.293

13

236

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

HARGA SAHAM (Y)

CR (X1)

DER (X2)

ROA (X3)

ROE (X4

EPS (X5)

N

12

12

12

12

12

12

Normal Parametersa,,b

Mean

2151.25

1.13892

2.55233

.07025

.22775

97.67

Std. Deviation

879.310

.228420

.517617

.044797

.114120

65.293

Most Extreme Differences

Absolute

.192

.182

.219

.256

.173

.133

Positive

.192

.182

.160

.256

.110

.133

Negative

-.087

-.145

-.219

-.120

-.173

-.097

Kolmogorov-Smirnov Z

.664

.631

.757

.886

.600

.460

Asymp. Sig. (2-tailed)

.769

.821

.615

.412

.864

.984

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Analisis output 1

Pengujian hipotesis

Ho: Data terdistribusi normal

Ha: Data tidak terdistribusi normal

Pengambilan keputusan

Jika Sig atau P-Value > 0,05 maka Ho diterima

Jika Sig atau P-Value <>

Berdasarkan hasil output tersebut diketahui bahwa variabel harga saham (Y), ROA(X1), ROE(X2), ROI(X3), dan EPS (X4) pada Asymp. Sig. (2-tailed) memiliki nilai 0,769, 0,821, 0,615, 0,412, 0,864 dan 0,984 atau Sig > 0,05, sehingga diputuskan bahwa Ho diterima atau data terdistribusi normal.

4.3.2 Uji Regresi

Berikut ini adalah hasil output dari uji regresi :

Correlations

HARGA SAHAM (Y)

CR (X1)

DER (X2)

ROA (X3)

ROE (X4

EPS (X5)

Pearson Correlation

HARGA SAHAM (Y)

1.000

.073

-.078

.072

.391

.620

CR (X1)

.073

1.000

-.909

.421

-.225

-.187

DER (X2)

-.078

-.909

1.000

-.576

.261

.197

ROA (X3)

.072

.421

-.576

1.000

.059

.144

ROE (X4

.391

-.225

.261

.059

1.000

.936

EPS (X5)

.620

-.187

.197

.144

.936

1.000

Sig. (1-tailed)

HARGA SAHAM (Y)

.

.411

.405

.412

.105

.016

CR (X1)

.411

.

.000

.087

.241

.280

DER (X2)

.405

.000

.

.025

.206

.270

ROA (X3)

.412

.087

.025

.

.428

.327

ROE (X4

.105

.241

.206

.428

.

.000

EPS (X5)

.016

.280

.270

.327

.000

.

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.859a

.738

.519

609.681

a. Predictors: (Constant), EPS (X5), ROA (X3), CR (X1), DER (X2), ROE (X4

ANOVAb

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

6274772.054

5

1254954.411

3.376

.085a

Residual

2230266.196

6

371711.033

Total

8505038.250

11

a. Predictors: (Constant), EPS (X5), ROA (X3), CR (X1), DER (X2), ROE (X4

b. Dependent Variable: HARGA SAHAM (Y)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

3323.096

4932.243

.674

.526

CR (X1)

145.346

2043.504

.038

.071

.946

DER (X2)

-413.277

1030.933

-.243

-.401

.702

ROA (X3)

-5988.536

5594.115

-.305

-1.071

.326

ROE (X4

-11871.834

4733.399

-1.541

-2.508

.046

EPS (X5)

29.098

8.265

2.161

3.521

.013

a. Dependent Variable: HARGA SAHAM (Y)

Dari hasil output tersebut dapat dibentuk persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + …+ bnXn

Y = 3323,096 + 145,346 X1 – 413,277 X2 – 5988,536 X3 - 11871,834 X4 + 29,098 X5

Berdasarkan output dan data diatas, maka dapat dihasilkan analisis sebagai berikut:

A. Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Harga Saham PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

1) Koefisien korelasi

Pada hasil output uji regresi tersebut terdapat output korelasi, yang merupakan juga hasil output uji korelasi. Maka dari itu, penulis menginterpretasikan output korelasi dengan menginterpretasikan koefisien korelasi. Dimana penulis menjabarkan pengaruh serta seberapa besar hubungan koefisien korelasi Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS), dan variabel dependen terhadap variabel dependen (harga saham).

Untuk menginterpretasikan, penulis berpedoman pada Sugiyono (2007):

0,00-0,199 = sangat rendah

0,20-0,399 = rendah

040-0,599 = sedang

0,60-0,799 = kuat

0,80-1,00 = sangat kuat

Berdasarkan pedoman tersebut, maka dapat diketahui koefisien korelasi current ratio terhadap harga saham sebesar 0,073 artinya terdapat hubungan positif dan sangat rendah. Hubungan yang positif berarti kenaikan current ratio diikuti kenaikan harga saham dan penurunan current ratio diikuti penurunan harga saham. Namun kenaikan dan penurunan tersebut hanya naik dan turun sangat sedikit saja. Dikarenakan koefisien korelasinya tergolong sangat rendah.

2) Koefisien regresi

Pada persamaan regresi linier berganda, dapat diketahui koefisien regresi current ratio (X1). Koefisien regresi current ratio (X1) bernilai 145,346, berarti ada hubungan yang positif (searah). Artinya bila current ratio (X1) mengalami kenaikan diikuti oleh kenaikan harga saham (Y) dan penurunan current ratio (X1) diikuti oleh penurunan harga saham (Y).

3) Pengujian hipotesis

Rumus matematik

Ho: P = 0

Ha: Po = 0

Atau dapat dikatakan:

Ho = tidak ada hubungan yang signifian antara current ratio (X1) terhadap harga saham (Y).

Ha = ada hubungan yang signifikan antara current ratio (X1) terhadap harga saham (Y).

Aturan penolakan Ho

Ho ditolak apabila nilai absolute t lebih besar daripada t tabel dengan tingkat kepercayaan α/2, dan derajat bebas (N-2).

Jika P-Value lebih besar dari tingkat kepercayaan yang digunakan (α), maka Ho diterima.

Berdasarkan aturan penolak Ho diatas, maka didapat analisis sebagai berikut:

t hitung < tabel =" 0,071" style="">current ratio (X1) berada didaerah penerimaan Ho sehingga Ha ditolak. Ho diterima berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara current ratio (X1) terhadap harga saham (Y).

Sig atau P-Value = 0,946 > 0,05. berarti P-Value untuk current ratio (X1) berada didaerah penerimaan Ho, sehingga Ha ditolak. Ho diterima berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara current ratio (X1) terhadap harga saham (Y).

B. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

1) Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi debt to equity ratio (DER) sebesar -0,078 artinya terdapat hubungan negatif dan tergolong sangat rendah. Hubungan yang negatif berarti kenaikan DER(X2) akan diikuti penurunan harga saham (Y) dan penurunan DER (X2) akan diikuti kenaikan harga saham (Y).

2) Koefisien regresi

Pada persamaan regresi linier berganda, dapat diketahui koefisien regresi debt to equity ratio (X2). Koefisien regresi DER (X2) bernilai -413,277, berarti ada hubungan yang negatif (tidak searah). Artinya bila debt to equity ratio (X2) mengalami kenaikan diikuti oleh penurunan harga saham (Y) dan penurunan debt to equity ratio (X2) diikuti oleh kenaikan harga saham (Y).

3) Pengujian hipotesis

Rumus matematik

Ho: P = 0

Ha: Po = 0

Atau dapat dikatakan:

Ho = tidak ada hubungan yang signifikan antara debt to equity ratio (X2) terhadap harga saham (Y).

Ha = ada hubungan yang signifikan antara debt to equity ratio (X2) terhadap harga saham (Y).

Aturan penolakan Ho

Ho ditolak apabila nilai absolute t lebih besar daripada t tabel dengan tingkat kepercayaan α/2, dan derajat bebas (N-2).

Jika P-Value lebih besar dari tingkat kepercayaan yang digunakan (α), maka Ho diterima.

Berdasarkan aturan penolak Ho diatas, maka didapat analisis sebagai berikut:

t hitung < tabel =" -0,401">

Sig atau P-Value = 0,702 > 0,05. Berarti nilai P-Value untuk DER (X2) berada didaerah penerimaan Ho, sehingga Ha ditolak. Ho diterima berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara DER (X2) terhadap harga saham (Y).

C. Pengaruh Return On Assets (ROA) terhadap Harga Saham pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

1) Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi return on asset (ROA) sebesar 0,072 artinya terdapat hubungan positif dan tergolong sangat rendah. Hubungan yang positif berarti kenaikan ROA (X3) akan diikuti kenaikan harga saham (Y) dan penurunan ROA (X3) akan diikuti penurunan harga saham (Y).

2) Koefisien regresi

Pada persamaan regresi linier berganda, dapat diketahui koefisien regresi return on assets (X3). Koefisien regresi ROA (X3) bernilai -5988,536 berarti ada hubungan yang negatif (tidak searah). Artinya bila return on assets (X3) mengalami kenaikan diikuti penurunan harga saham (Y) dan penurunan return on assets (X3) diikuti oleh kenaikan harga saham (Y).

3) Pengujian hipotesis

Rumus matematik

Ho: P = 0

Ha: Po = 0

Atau dapat dikatakan:

Ho = tidak ada hubungan yang signifikan antara return on asset (X3) terhadap harga saham (Y)

Ha = ada hubungan yang signifikan antara return on assets (X3) terhadap harga saham (Y)

Aturan penolakan Ho

Ho ditolak apabila nilai absolute t lebih besar daripada t tabel dengan tingkat kepercayaan α/2, dan derajat bebas (N-2).

Jika P-Value lebih besar dari tingkat kepercayaan yang digunakan (α), maka Ho diterima.

Berdasarkan aturan penolak Ho diatas, maka didapat analisis sebagai berikut:

t hitung < tabel =" -1,071">

Sig atau P-Value = 0,326 > 0,05. Berarti nilai P-Value untuk ROA (X3) berada didaerah penerimaan Ho, sehingga Ha ditolak. Ho diterima berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara ROA terhadap harga saham (Y).

D. Pengaruh Return On Equity (ROE) terhadap Harga Saham pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

1) Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi return on equity (ROE) sebesar 0,391 artinya terdapat hubungan positif dan tergolong rendah. Hubungan yang positif berarti kenaikan ROE (X4) akan diikuti kenaikan harga saham (Y) dan penurunan ROE (X4) akan diikuti penurunan harga saham (Y).

2) Koefisien regresi

Pada persamaan regresi linier berganda, dapat diketahui koefisien regresi return on equity. Koefisien regresi ROE (X4) bernilai -11871,834 berarti ada hubungan yang positif (searah). Artinya bila return on equity (X4) mengalami kenaikan diikuti kenaikan harga saham (Y) dan penurunan return on equity (X4) diikuti oleh penurunan harga saham (Y).

3) Pengujian hipotesis

Rumus matematik

Ho: P = 0

Ha: Po = 0

Atau dapat dikatakan:

Ho = tidak ada hubungan yang signifikan antara return on equity (X4) terhadap harga saham (Y)

Ha = ada hubungan yang signifikan antara return on equity (X4) terhadap harga saham (Y)

Aturan penolakan Ho

Ho ditolak apabila nilai absolute t lebih besar daripada t tabel dengan tingkat kepercayaan α/2, dan derajat bebas (N-2).

Jika P-Value lebih besar dari tingkat kepercayaan yang digunakan (α), maka Ho diterima.

Berdasarkan aturan penolak Ho diatas, maka didapat analisis sebagai berikut:

t hitung < tabel =" -2,508">

Sig atau P-Value = 0,046 < style=""> nilai P-Value untuk ROE (X4) berada didaerah penolakan Ho, sehingga Ha diterima. Ha diterima berarti ada hubungan yang signifikan antara ROE (X4) terhadap harga saham (Y).

E. Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.

1) Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi earning per share (EPS) sebesar 0,620 artinya terdapat hubungan positif dan tergolong kuat. Hubungan yang positif berarti kenaikan EPS (X5) akan diikuti kenaikan harga saham (Y) dan penurunan EPS (X5) akan diikuti kenaikan harga saham (Y).

2) Koefisien regresi

Pada persamaan regresi linier berganda, dapat diketahui koefisien regresi earning per share. Koefisien regresi EPS (X5) bernilai 29,098 berarti ada hubungan yang positif (searah). Artinya bila earning per share (X5) mengalami kenaikan diikuti oleh kenaikan harga saham (Y) dan penurunan earning per share (X5) diikuti penurunan harga saham (Y).

3) Pengujian hipotesis

Rumus matematik

Ho: P = 0

Ha: Po = 0

Atau dapat dikatakan:

Ho = tidak ada hubungan yang signifikan antara Earning Per Share (X5) terhadap harga saham (Y)

Ha = ada hubungan yang signifikan antara Earning Per Share (X5) terhadap harga saham (Y)

Aturan penolakan Ho

Ho ditolak apabila nilai absolute t lebih besar daripada t tabel dengan tingkat kepercayaan α/2, dan derajat bebas (N-2).

Jika P-Value lebih besar dari tingkat kepercayaan yang digunakan (α), maka Ho diterima.

Berdasarkan aturan penolak Ho diatas, maka didapat analisis sebagai berikut:

t hitung < tabel =" 3,521"> 2,228. Hal ini berarti t hitung untuk EPS (X5) berada didaerah penolakan Ho sehingga Ha diterima. Ha diterima berarti ada hubungan yang signifikan antara EPS (X5) terhadap harga saham (Y).

Sig atau P-Value = 0,013 < style=""> nilai P-Value untuk EPS (X5) berada didaerah penolakan Ho, sehingga Ha diterima. Ha diterima berarti ada hubungan yang signifikan antara EPS (X5) terhadap harga saham (Y).

F. Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

Berdasarkan hasil output tersebut, dapat diketahui pengaruh variabel independent terhadap harga saham dengan dilihat dari nilai R Square sebesar 0,738 atau 73,8%. Ini berarti bahwa variabel independent mempengaruhi harga saham sebesar 73,8%, sedangkan 26,2% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar variabel independent. Variabel-variabel lain ini dapat berupa rasio keuangan lainnya, industri, atau kondisi ekonomi makro.

1) Pengujian hipotesis

Rumus matematik

Ho: P = 0

Ha: Po = 0

Atau dapat dikatakan:

Ho = tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen (harga saham).

Ha = ada hubungan yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen (harga saham)

Aturan penolakan Ho

Ho ditolak apabila nilai absolute F lebih besar daripada F tabel dengan tingkat kepercayaan α dan derajat bebas (df).

Jika P-Value lebih besar dari tingkat kepercayaan yang digunakan (α), maka Ho diterima.

Berdasarkan aturan penolak Ho diatas, maka didapat analisis sebagai berikut:

F hitung < tabel =" 3,376">

Sig atau nilai P-Value = 0,085 > 0,05. Berarti Sig atau P-Value berada di daerah penerimaan Ho, sehingga Ha ditolak. Ho diterima berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen.

4.3.1 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi yang diperoleh dapat menghasilkan estimator linear yang baik. Agar dalam analisis regresi diperoleh model regresi yang bisa dipertanggungjawabkan. Dalam analisis regresi linear berganda perlu menghindari penyimpangan asumsi klasik supaya tidak timbul masalah dalam penggunaan analisis tersebut. Untuk tujuan tersebut maka harus dilakukan pengujian terhadap empat asumsi klasik berikut ini:

1) Uji Autokorelasi

Penyimpangan autokorelasi dalam penelitian diuji dengan uji Durbin-Watson (DW-test). Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu kesalahan periode sebelumnya t-1. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dalam model regresi dilakukan pengujian dengan Uji Durbin-Watson (uji DW). Berikut ini merupakan tabel dalam pengambilan keputusan uji autokorelasi.

Tabel 4.5

Tabel Autokorelasi

Hipotesis Nol

Keputusan

Jika

Tidak ada autokorelasi positif

Tolak

0 <>

Tidak ada autokorelasi positif

No decision

dl ≤ d ≤ du

Tidak ada autokorelasi negatif

Tolak

4-dl ≤ d ≤ 4

Tidak ada autokorelasi negatif

No decision

4-du≤ d ≤ 4-dl

Tidak ada autokorelasi positif atau negatif

Tolak

du <>

(Ghozali,2005:96)

Berikut ini hasil regresi dengan level of significance 0.05 (α=0.05) dengan sejumlah variabel independen (k = 5) dan banyaknya data (n = 12). Berdasarkan output SPSS 17.00, maka hasil uji autokorelasi sebagai berikut:

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.859a

.738

.519

609.681

1.455

a. Predictors: (Constant), CR, EPS, ROA, DER, ROE

b. Dependent Variable: HARGA SAHAM








Hasil output diatas dapat diketahui ada atau tidaknya autokorelasi berdasarkan tabel autokorelasi yang menyebutkan bahwa nilai Uji Dw = 1,455 berada diantara di daerah dl = 0,379 dan du = 2,5061 (dl ≤ d ≤ du ). Berarti model regresi tidak terdapat masalah autokorelasi.

2) Uji Multikolinieritas

Pengujian terhadap gejala multikolinieritas ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi yang serius antar variabel independen yang digunakan dalam model regresi. Untuk mendeteksi apakah antara variabel-variabel independen yang digunakan mempunyai kolinieritas yang tinggi atau tidak digunakan nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Apabila angka VIP >10 dan tolerance <0,10, style=""> multikolinieritas dalam model regresi. Hasil analisis terhadap nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF) dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics

Tolerance

VIF

1

CR (X1)

.155

6.448

DER (X2)

.119

8.427

ROA (X3)

.538

1.858

ROE (X4

.116

8.635

EPS (X5)

.116

8.617

a. Dependent Variable: HARGA SAHAM (Y)






Berdasarkan hasil output diatas, angka tolerance variabel independen > 0,10 dan tidak terdapat satu variabel yang mempunyai nilai VIF > 10, artinya kelima variabel independen tersebut tidak terdapat hubungan multikolinearitas.

3) Uji Heterokedastisitas

Uji heteroskedastisitas untuk menguji apakah dalam model sebuah regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual antara pengamatan yang satu dengan yang lainnya. Jika ada perbedaan varians yang besar, berarti telah terjadi heteroskedestisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas.

Pengujian heteroskedastisitas dengan melihat ada atau tidak ada pola tertentu pada grafik (Y prediksi dikurangi Y sesungguhnya) yang telah distudentized (Singgih, 2001:201). Dasar pengambilan keputusan:

a) Jika ada pola tertentu, titik-titik atau poin-poin yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang melebar kemudian menyempit) maka telah terjadi heterokedastisitas.

b) Jika ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka nol (0) pada sumbu Y tidak terjadi heterokedastisitas.

Gambar 4.1

Hasil output uji heterokedastisitas

Berdasarkan grafik di atas, tidak ada titik-titik atau point-poin yang membentuk pola tertentu. Melainkan titik-titik pada grafik diatas menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heterokedastisitas.

4.4 Rangkuman Hasil Penelitian

Tabel 4.6

Rangkuman Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

Periode 2007-2009

Pengaruh

Uji

Pengaruh CR (X1) terhadap Harga Saham (Y)

Pengaruh DER (X2) terhadap Harga Saham (Y)

Pengaruh ROA (X3) terhadap Harga Saham (Y)

Pengaruh ROE (X4) terhadap Harga Saham (Y)

Pengaruh EPS (X5) terhadap Harga Saham (Y)

Pengaruh Variabe independent (X) terhadap Variabel Dependent (Y)

Uji korelasi

Positif dan sangat rendah (0,073)

Negatif dan sangat rendah

(-0,078)

Positif dan sangat rendah (0,072)

Positif dan rendah (0,391)

Positif dan kuat (0,620)

Positif dan sangat kuat (0,859)

Uji t

Tidak ada hubungan yang signifikan

Tidak ada hubungan yang signifikan

Tidak ada hubungan yang signifikan

Tidak ada hubungan yang signifikan

Ada hubungan yang signifikan

-

Uji F

Tidak ada hubungan yang signifikan

Uji Sig

Tidak ada hubungan yang signifikan

Tidak ada hubungan yang signifikan

Tidak ada hubungan yang signifikan

Tidak ada hubungan yang signifikan

Ada hubungan yang signifikan

Tidak ada hubungan yang signifikan

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan penulis terhadap laporan keuangan triwulan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk periode 2007-2009 dapat menyimpulkan kondisi perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Pengaruh antara kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan current ratio (X1), debt to equity ratio (X2), return on assets (X3), return on equity (X4), dan earning per share (X5) terhadap harga saham dilihat dari koefisien regresi. Hasil yang didapat bahwa masing-masing X1, X2, X3, X4 dan X5 terhadap harga saham (Y) sebesar 145,346, -413,277, -5988,536, -11871,834, dan 29,098. Dimana current ratio dan earning per share memiliki hubungan positif (searah). Hubungan yang positif berarti kenaikan current ratio dan earning per share akan diikuti kenaikan harga saham, begitu juga dengan penurunan current ratio dan earning per share akan diikuti juga penurunan harga saham. Sedangkan debt to equity ratio, return on assets dan return on equity memiliki hubungan negatif (tidak searah). Hubungan yang negatif berarti kenaikan debt to equity ratio, return on assets dan return on equity akan diikuti penurunan harga saham, begitu juga dengan penurunan debt to equity ratio, return on assets dan return on equity akan diikuti kenaikan harga saham. Pengujian hipotesis dengan uji t dan uji P-Value menunjukkan bahwa X1, X2, X3, dan X4 berada di daerah penerimaan Ho. Berarti X1, X2, X3, dan X4 tidak ada hubungan yang signifikan terhadap harga saham (Y). Namun uji t dan uji sig pada X5 menunjukkan bahwa X5 berada di daerah penolakan Ho, berarti X5 ada hubungan yang signifikan terhadap harga saham (Y).

2. Pengaruh variabel independen (X1, X2, X3, X4 dan X5) terhadap variabel dependen (Y) sebesar 0,738 berarti memiliki hubungan positif (searah). Berarti kenaikan variabel independen diikuti dengan kenaikan variabel dependen dan penurunan independen diikuti penurunan variabel dependen. Nilai R-Square sebesar 0,738 atau 73,8 %, artinya 73,8% harga saham dipengaruhi oleh variabel independen (X1, X2, X3, X4, dan X5). Sisanya sebesar 26,2 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain selain variabel independen. Namun, uji hipotesis yang dilakukan pada uji F dan uji Sig menunjukkan bahwa ada atau tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel independen (X1, X2, X3, X4, dan X5) terhadap variabel dependen (Y) dengan Ho ditolak ataupun Ho diterima. Pada uji F dan uji Sig terlihat bahwa untuk variabel independen berada didaerah penerimaaan Ho. Berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen.

5.2 Saran

Dari beberapa kesimpulan diatas dan analisis yang penulis lakukan Maka penulis memberikan saran, sebagai berikut:

1. Bagi para investor untuk lebih selektif lagi dalam memilih perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik. Dimana memilih perusahaan yang kinerja keuangannya baik, maka para investor selain memperoleh laba yang maksimal juga merasa lebih aman dalam menginvestasikan modalnya.

2. Bagi perusahaaan diharapkan agar dapat terus meningkatkan kinerja keuangan perusahaaan yang baik, minimal perusahaan mempertahankan kestabilan kinerja keuangan dalam kondisi baik dan sehat. Hal ini dimaksudkan agar para investor lama lebih banyak menanamkan modalnya maupun mendatangkan bagi para investor-investor baru untuk menanamkan modalnya.


DAFTAR PUSTAKA

Agung, Wahyu. 2010. Panduan SPSS 17.0. Edisi 1. Yogyakarta: Garailmu.

Baridwan, Zaki. 1992. Intermediate Accounting. Edisi 7 . Yogyakarta: BPFE.

Darmaji, T, dan Fakhruddin, M, H. 2001. Pasar Modal Indonesia Pendekatan Tanya jawab. Jakarta: Salemba Empat.

Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Haryanti, Yanti. 2008. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham PT Bumi Resources, Tbk. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2004. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Mishkin, F. S. 2001. The Economics of Money, Banking and Financial Market. Sixth Edition. Columbia University: Columbia.

Mulyadi. 1997. Akuntansi Manajemen. Yogyakarta: YKPN.

Munawir, S. 2002. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.

Rahmannia, Safira. 2009. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham PT Astra International, Tbk. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: PT BPFE.

Sartono, Agus R. 2001. Manajemen Keuangan dan Aplikasi. Yogyakarta: PT BPFE.

Sawir, Agnes. 2001. Analisis Kinerja Keuangan Dan Perencanaan K euangan Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sugiono. 2007. Statistik untuk Penelitian. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Sukarno, Edy. 2000. Sistem Pengendalian Manajemen Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Weston, J.F dan Brigham. 1994. Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Erlangga.

http://www.idx.co.id

http://www. yahoofinance.com

http://www.scribd.com/doc/12007948/skripsi-faktor-yang-mempengaruhi-struktur-modal-perusahaan-manufaktur-di-Indonesia

http://elisa.ugm.ac.id/files/wahyu_psy/aG1I2RL6/Uji%20Normalitas.pdf.

http://statisticsanalyst.wordpress.com/2009/08/21/asumsi-regresi-uji-normalitas-residual-dengan-kolmogorov-smirnov/.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar